kumpulan cerita & perjalanan hidupku

Selasa, 21 Oktober 2014

Mimpi Buruk



MIMPI BURUK

Mimpi…
Mimpi buruk, huh… Alhamdulilah, ternyata ini hanyalah mimpi, dan Alhamdulillah aku bisa terbangun dari mimpi buruk ini. Cuma kata itu sajalah yang dapat aku ucapkan di pagi ini setelah bangun dari tidurku ini.

Pagi semua pembacaa setia Catatan Kecilku.
Pagi ini aku akan memceritakan mimpi yang baru aku alami ini, mimpi yang membuat aku sangat sangat bersyukur di pagi ini, karena semua itu hanyalah mimpi.

Pagi ini aku bangun jam 7 pagi, setelah awalnya aku bangun jam 4 dan kembali tidur jam 5. Saat tidur jam 5 itulah aku mengalami mimpi terburuk yang pernah aku alami. Efek mimpi buruk itupun berpengaruh terhadap tubuh nyataku ini, ketika terbangun kepala terasa sakit, badan terasa seperti kecapeaan, pusning dan semua kejadian dalam mimpi itu benar benar seperti nyata aku alami. Penasaran dengan mimpi burukku ini, inilah mimpiku, inilah cerita nyata mimpiku yang aku alami.

Pernahkah kalian kemasukan makhluk halus/gaib ? Untuk yang pernah mungkin akan mengerti akan mimpiku ini, untuk yang belum pernah ku harap bisa mengerti juga.

Aku bermimpi tubuhku ini kemasukan makhluk halus atau yang biasa kita dengar kemasukan setan. Dan rasanya itu benar benar sangatlah menyakitkan. Sebelum kemasukan aku sempat seperti menolak untuk setan tersebut masuk di tubuhku ini. Aku tidak melihat wajah dari setan tersebut, yang aku lihat hanyalah bayangan hitam pinggang hinga kakinya saja. Semua Surat surat/ bacaan yang aku tau aku baca, tapi entah mengapa itu tidak terpengaruh terhadap setan tersebut. Setan itupun semakin kuat untuk masuk ke tubuhku dan akhirnya aku kalah dan merasa setan itu masuk dalam tubuhku. Yang aku rasakan hanyalah aku berada di tempat yang sangat gelap, yang aku tidak bisa melihat apapun kecuali warna hitam dan tubuhku seperti kaku, tidak bisa digerakkan, tapi aku masih bisa merasakan apa yang terjadi walaupun aku seperti berada di dunia yang berbeda. Aku mencoba terus keluar dari tempat yang gelap itu, walaupun tubuhku ini seperti tidak bisa di gerakkan. Hingga akhirnya aku melihat setitik cahaya yang semakin besar dan seperti aku kembali tersadar dari apa yang telah terjadi. Tapi ketika ku tersadar tubuhku masih tetap tidak bisa bergerak dan masih ada sosok bayangan hitam (setan) di depanku yang ingin kembali masuk ke tubuhku. Aku berusaha menolaknya, terus terus dan terus hingga akhirnya sebelum setan itu hilang dari pandanganku itu, aku terbangun dari mimpi burukku ini.

Aku sangat sangat bersyukur karena bisa bangun dari mimpi itu, kalau tidak bangun, aku tidak lah tau apa yang terjadi di dalam mimpiku ini.
Langsung ku ambil air putih dan ku tegur air itu. Aku duduk di atas kasur tempat tidurku, untuk kembali mengatur napasku dan mengambil nyawa nyawa di dunia nyata ini. Pegel, capek, takut, semua ku rasakan setalah bangun, semua kejadian dalam mimpiku itu benar benar berefek ke dunia nyata ini.

Siangnya langsung ku ceritakan kepada satu Sahabatku tentang mimpi ini. Dan dia juga tidak memungkiri bahwa mimpi buruk itu selalu berefek ke tubuh kita.

Hanya satu kata yang dapat aku ucapkan saat ini. Alhamdulillah…

Saya Bukan Penulis
21.10.14



A_F

Senin, 20 Oktober 2014

Kerudung Hijau


KERUDUNG HIJAU

Siang ini sama seperti siang biasanya. Aku dan sahabatku ini kembali pergi ke Perpus Kampusku. Ke Perpus ialah rutinitas kami bila saja ada sesi kosong dalam perkuliahan, seperti halnya siang ini.

Banyak hal yang dapat dilakukan di Perpus ini, seperti baca buku, mengademkan diri, numpang Wifi gratis dan mengerjakan tugas kuliah maupun Tugas Akhir. Siang ini tujuan awal kami ialah untuk mengerjakan Tugas Akhir. Yaaaaaa walaupun biasanya yang mengerjakan tugas itu sahabatku satu itu, sedangkan aku palingan baca buku ataupun online, hehehhe.

Jam 12 waktu istirahat kami masuk ke dalam Perpus, dan ternyata kami belumlah beruntung, karena tidak ada kursi kosong yang dapat kami tempati. Alhasil kamipun keluar.

Jam 13.30 kami kembali masuk ke Perpus berharap ada kursi yang kosong dan tentunya colokan listrik,, hehehe.. Listrik itu ialah hal utama yang sangat di butuhkan Mahasiswa seperti kami ini. Passss banget ada dua kursi yang kosong dan pastinya ada colokan listrik untuk charger laptop.

Sebelum tempat tu di dudukin orang lain, kami cepat cepat untuk duduk di situ.
“Huh… akhirna duduk juga kita ni ya kan” , kata sahabatku itu.
“Hahahaha”, ungkap diriku yang hanya tertawa sambil mencolokkan charger laptopku.

Setelah menghidupkan laptop baru ku tersadar, ternyata ada 2 cewek di depan kami. Aku tidak mengenalnya kedua cewek itu, dan mereka baru pertama aku melihatnya, tapi kurasa mereka ialah Mahasiswa Baru yang masuk di kampus ini.

Kampus kami merupakan salah satu perguruan tinggi yang polpuler dan paling di minati di kota ini. Untuk itu tak heran kalau tahun ini, pihak kampus menerima banyak Mahasiswa Baru, dan saking banyaknya itulah membuat mahasiswa terkadang tidak mengenal semuanya. Begitu juga denganku yang baru pertama kali melihat 2 cewek di hadapanku ini.

Keduanya berkerudung, yang satu memakai kerudung warna biru, baju biru, sedang menggambar sebuah gambar karakter seseorang yang dia lihat di laptopnya. Dan satu lagi berkerung hijau, memakai almamater, yang sedang asik bermain dengan gedgetnya, sepertinya dia hanya menemani temannya saja di situ. Dan kerudung hijau itulah yang telah mencuri perhatianku dan membuatku sedikit tidak konsen mengerjakan Tugas Akhir ini.

Siapa cewek itu ?, hanya itulah yang ada dalam pikiranku.

Inginku rasanya bertanya dan berkenalan dengannya, tapi apa daya diriku yang tidak begitu memiliki keberanian terhadap seseorang yang aku sukai. Mulutku selalu saja bungkam bisa berhadapan dengan seseorang cewek yang aku sukai.

Suka…. Yea…. Mungkin aku suka padanyanya. Kok bisa ? kan baru bertemu, hahahha, mungkin inilah yang namanya “Suka pada Pandangan Pertama”. Entah mengapa gampang kali aku menyukai cewek, tapi tidak salah kan bila kita gampang suka. Temanku pernah berkata, “rasa suka itukan manusiawi jadi ya wajar wajar saja dah kalau suka”. Begitupun juga dengan aku. Ini hanyalah suka, “Just Like”.

Aku buka notepat di laptopku, ku ketikkan kata “kerudung hijau cakep ui”, dan  ku perlihatkan ke temanku. “Hahaha, pasti” Cuma kata itulah yang dia ucapkan sambil melihat kerudung hijau di depan kami.

Dan kembali ku ambil handphone ku dan ku ketikkan PM di BBM “wesss, kerudung hijau buat ku tak konsen”. Tak lama dari aku buat kata tersebut langsung banyak saja yang chatting terhadaptku bertanya “siapa tu”, Hahhaha hanya bisa ketawa saja aku melihat chattingan dari teman temanku ini.

Entah mengapa sungguh bahagia aku siang ini, keberadaannya di depanku membuat aku nyaman, walalupun membuat aku tidak jadi mengerjakan Tugas Akhirku. Aku hanya bisa memandanginya saja, memperhatikan tingkah lakunya. Dan dia benar benar talah membuatku lupa akan Tugas Akhir ini.

Jujur, ketika aku tertarik kepada seseorang maka pasti aku akan berkata yang sebenarnya. Begitu juga dengan si kerudung hijau ini. Entah mengapa melihanya saja membuat aku tenang. Dia cantik, manis, senyumannya, matanya, benar benar sungguh membuatku jatuh hati padanya.

Perpus, hari ini aku memiliki satu tujuan baru lagi ketika ke perpus, yaitu untuk melihat dia, kerudung hijau.

Di pertemuan pertama ini aku tidak akan menegurnya dan menyapanya. Biarlah aku mengaguminya saja, biarkanlah aku menyimpan memori tentang wajahmu di otakku. Aku yakin kita masih memiliki pertemuan pertemuan selanjutnya. Insyaallah… Kerudung Hijau, kan ku ingat selalu dirimu.

Saya Bukan Penulis
20.10.14


A_F



Sabtu, 11 Oktober 2014

Tulisan Terakhir Untukmu


TULISAN TERAKHIR UNTUKMU

Ini tulisan special buat kamu. Maaf ya, aku gak bisa datang ke acara wisuda kamu. Sekali lagi aku benar benar minta maaf. Aku bingung, harus datang atau tidak, aku ingin datang tapi aku tak bisa datang, aku tak mungkin bisa datang di hari yang special untukmu itu . Sebenanrnya, aku benar benar pengen lihat kamu pakai toga, tapi lagi lagi hati ini yang bermain.

Aku gak tau kamu kecewa atau tidak karena aku tidak datang di acara special kamu ini, bila kamu benar benar kecewa, aku benar benar minta maaf, maaf dan maaf. Dan aku berharap kamu tidak kecewa karena aku tidak datang. Satu malam aku tidak bisa tidur hanya memikirkan apakah aku datang atau tidak, tapi maaf ya lagi lagi hati ini yang bermain dan aku benar benar tidak bisa datang.

Sukses ya, buat kamu J , sukses wisudanya, sukses juga buat kedepannya. Aku yakin, kamu pasti akan jadi wanita yang hebat, kamu pasti akan sukses.

Makasih ya, makasih atas semuanya, makasih telah memberikan semangat kepadaku untuk mengerjakan Tugas Akhir ini. Makasih telah memberikan warna di hari hari ku selama 3 tahun ini.

Terima kasih telah mengizinkanku untuk mengenal dirimu J

Saya Bukan Penulis
11.10.2014


A_F