kumpulan cerita & perjalanan hidupku

Kamis, 15 Mei 2014

Tipe Kepribadianku "Realis Terpercaya"

TIPE KEPRIBADIANKU “REALIS TEPERCAYA”

          Apasih Tipe Kepribadian itu ? Ada berapa sih Tipe Kepribadian itu ? dan apasih Tipe realis Terpercaya itu ? . Awalnya aku juga tidak mengetahui tentang naman nama atau tipe tipe dari kepribadian kita. Tapi aku yakin bahwa manusia itu, setiap orang itu pastinya memiliki kepribadian yang berbeda beda. Dan disinilah aku baru menemukan bahwasannya kepribadian itu memiliki tipe tipenya, yaitu di situs ini http://www.ipersonic.net.

          Aku menemukan situs itu darilah salah satu SosMed, dan dari judulnya yang membahas tentang kepribadian / tipe kepribadian itulah yang membuat aku tertarik untuk mengklik situs tersebut. Dan benar aku, situs tersebut ialah situs untuk memeberikan tes kepribadian kepada kita, agar kita tau nantinya kita tergolong dalam tipe kepribadian yang mana, dan nantinya kita akan di beri deskripsi tentang tipe kepribadian kita itu.

          Dan akhirnya aku mengikuti test tersebut, testnya tidaklah susah. Dan hasilnya aku merupakan orang yang bertipe kepribadian Realis Terpercaya. Seperti apasih Realis Terpercaya itu, inilah penjabarannya.

Tipe Realis Tepercaya rendah hati dan sangat memikirkan tanggung jawab. Mereka cermat, pendiam, dan menuntut. Sifat mereka yang paling menonjol adalah dapat diandalkan dan mereka akan selalu berusaha memenuhi janji yang pernah mereka lontarkan. Tipe Realis Tepercaya adalah orang-orang yang cenderung tidak banyak bicara dan serius, mereka tidak banyak bicara namun pendengar yang baik. Kadang-kadang mereka kelihatan pendiam dan menjaga jarak bagi mereka yang belum kenal walaupun biasanya mereka memiliki kejenakaan dan semangat yang tinggi. Kekuatan mereka adalah ketelitian, rasa keadilan yang tinggi, kegigihan yang hampir menuju keras kepala, dan sikap pragmatis, penuh semangat, dan tekad. Tipe Realis Tepercaya tidak pernah ragu ketika sesuatu harus dilakukan. Mereka melakukan apa yang perlu tanpa mengumbar kata-kata.

Jenis kepribadian ini tidak hanya berharap banyak pada diri sendiri namun juga pada orang lain. Begitu tipe Realis Tepercaya menetapkan diri pada sesuatu, sulit membujuk mereka untuk berpaling. Mereka tidak suka mempertaruhkan sesuatu. Merencanakan berarti keamanan bagi tipe Realis Tepercaya, begitu juga halnya dengan keteraturan dan disiplin. Mereka tidak keberatan menghormati otoritas dan hirarki namun tidak suka mendelegasikan tugas. Mereka yakin orang lain tidak akan mengerjakannya sesungguh-sungguh mereka. Di posisi manajemen, mereka sangat berorientasi pada tugas – mereka memastikan semuanya dikerjakan dengan baik; namun demikian, mereka tidak terlalu berminat menjalin hubungan pribadi dalam lingkungan pekerjaan.

Dalam hubungan asmara, tipe Realis Tepercaya juga amat tepercaya. Sebagai pasangan, mereka dapat dipercaya dan konsisten, seimbang dan berpikir dengan akal sehat. Keamanan dan kestabilan sangat penting bagi mereka. Mereka nyaris tidak punya waktu untuk bermewah-mewah dan main-main. Siapa pun yang mendapatkan mereka sebagai teman atau pasangan dapat mengandalkan mereka seumur hidup. Namun demikian, butuh cukup banyak waktu bagi tipe Realis Tepercaya untuk memasuki suatu hubungan asmara atau pertemanan. Mereka tidak terlalu membutuhkan kontak sosial; oleh karena itu mereka sangat cermat ketika memilih pasangan dan teman dan membatasi diri dengan lingkaran kecil namun eksklusif yang sesuai dengan tuntutan tinggi mereka. Mereka cenderung menunjukkan keakraban mereka kepada orang-orang yang penting bagi mereka dengan tindakan – pasangan mereka sebaiknya tidak mengharapkan deklarasi cinta yang romantis.

Dan bila dilihat dari penjabaran diatas, memang benar aku seperti itu, dan aku dapat memeberi persenan 90 % penjabarannya / tipe kepribadian itu cocok dengan aku. Inilah Aku, Inilah Kepribadian Aku.

15.5.2014
Aku Bukan Penulis



A_F

Sabtu, 10 Mei 2014

CERPEN | Diklat

DIKLAT

Siang ini, aku berjalan sendirian di lorong lobi kampus. Suasana begitu sunyi, hanya terdengan suara langkah kakiku dan tetesan air hujan. Aku berjalan dengan santai menuju satu ruang, yaitu ruang 117 yang terletak di sayap kanan gedung kampusku.

Aku kembali melihat jam, untuk memastikan aku tidak terlambat datang, datang di kegiatan Diklat yang di adakan oleh LPM (Lembaga Pers Mahasiswa). Ternyata aku memang tidak terlambat, jam menunjukkan 13:55, artinya aku datang tepat waktu, karena acara di mulai pukul 14:00.

Aku sekarang telah berada di depan ruang 117. Aku tidak tau apakah sudah ramai atau tidak, karena suara di dalam tidaklah terdengar hingga keluar. Dan aku pun memutuskan untuk masuk saja. Aku mulai berjalan menuju pintu, dan tanganku mulai menggenggam ganggang pintu ruang 117. Aku pun mendorongnya dan terdengar sedikit suara pintu terbuka. Tapi aku mendengarkan sesuatu yang berbeda, aku mendengar suara pintu yang di buka oleh orang lain. Mataku pun merasa terbuka, dan ternyata aku tidaklah berada di ruang 117, melainkan aku berada di kamar kostku. Aku ternyata bermimpi. Dan hari ini, aku tidak mengikuti Diklat. Hahaha J  

10.5.2014
Saya Bukan Penulis


A_F

Senin, 05 Mei 2014

Bidadari dalam Mimpiku

BIDADARI DALAM MIMPIKU

Siang ini, entah bagaimana ceritanya, tiba tiba saja aku bisa bertemu dengan dia. Hanya membayangkannya saja aku sudah senang, apalagi hari ini aku dapat melihatnya dan ini rasanya seperti mimpi. Dan yang tambah aku tidak percaya lagi, aku dapat ngobrol dan jalan jalan di taman ini bersamanya. Wow, ini benar benar seperti mimpi. Yah, pastinya aku tidak hanya berdua saja berjalan dengannya, tapi bersama ke 2 temannya juga.

Kami berempat seperti sudah akrab, aku dan dia juga seperti sudah akrab, padahal ini ialah pertama kami bertemu. Kami bercerita dan bercanda satu sama lain. Dan aku pun dapat berfoto dengan dia, dan rasanya sangat sangat bahagia sekali. Entah bagaiman awalnya, aku berpegangan tangan dengannya, tanggannya sangatlah lembut. Dan selama perjalanan mengelilingi kolam ini, dia memegang tanganku. Rasanya, jantung ini mau copot saat dia memegang tanganku.

Namanya Nattasha, dia seumuran dengan aku, dia bukan orang sini, dia berasal dari Ibu Kota. Dan dia gampang akrab, begitu juga denganku, dia bisa saja langsung akrab. Aku tidak tau kenapa dia dan temannya bisa berada disini. Mungkin inilah takdir, takdir yang mempertemuakan mereka dengan aku, yang mempertemukan aku dengan dia.

Dia sangatlah baik, cantik, dan rendah hati. Itulah yang membuatku mengaguminya. Aku lupa sejak kapan aku mulai mengaguminya. Yang pasti hari ini aku benar benar seperti mimpi, mimpi bertemu bidadari. Senyumnya sangatlah menawan, bawaan dia selalu ceria, dia selalu tersenyum kepadaku.

***

Tiba – tiba, semua kebahagiaan itu hancur, hancur seketika ketika aku mendengarkan suara alarm jamku berbunyi dan aku terbangun, terbangun dari mimpi. Sejenak aku termenung, ternyata ini benar benar mimpi. Ada dua hal yang aku rasain setelah terbangun. Yang pertama aku merasakan senang, senang aku bisa memimpikan dia, wanita yang aku kagumi. Yang kedua kecewa, kecewa bahwa ini hanyalah mimpi, kecewa kenapa di saat aku sedang mimpi indah, mimpi bertemu dia, aku harus terbangun dari mimpi indah itu.

Dan aku sadar, mimpi yang indah itu hanyalah indah ketika kita masih di dalam mimpi, dan setelah kita terbangun, kita sangatlah kecewa dan rasanya itu nyesek banget, kenapa kita terbangun dari mimpi itu, dan kenapa itu semua hanyalah mimpi.

Inilah dia... Nattasha, Bidadari dalam mimpiku...

5.5.2014
Saya Bukan Penulis

 (A_F)