kumpulan cerita & perjalanan hidupku

Sabtu, 25 Maret 2017

Project 1 Tahun

PROJECT 1 TAHUN

Beberapa hari yang lalu, terpikir olehku sebuah ide, sebuah konsep untuk sesuatu yang aku inginkan, yaitu mempunyai sebuah novel karyaku sendiri. Setelah bertahun tahun menjari ide untuk konsep novel ku, akhirnya ide itu pun muncul.

Dan malam ini, ku ingin sedikit membocorkan gambaran konsep novel yang akan ku buat. Akan ada 4 novel yang sekaligus ku buat dengan konsep/genre yang sama, yang berisi tentang kisah nyata ku. Novel ini rencananya aku targetkan selesai 1 tahun yaitu hingga 25 maret 2018 dan bisa lebih.

Novel ini berjudul “Untuk Ibu”, “Untuk Ayah”, “Untuk Diriku” dan “Untuk Pekerjaanku”. Sebenarnya aku masih bingun yang berjudul Untuk Diriku dan Untuk Pekerjaanku akan di jadian 2 novel atau 1 novel saja, mungkin dengan berjalannya waktu semua bisa menyesuaikan.

Semua novel memiliki alur yang sama, yang itu tentang ceritaku terhadap ibu, ayah, diriku sendiri dan pekerjaanku. Yang membedakannya adalah tokoh pada setiap novelnya.

Doakan semoga bisa jadi tahun depan, dan bisa terpublish disalah satu publisher novel. Amin ….


Saya Bukan Penulis
25-03-17


A_F


Kado Terindah di 25 Maret 2017

KADO TERINDAH DI 25 MARET 2017


Alhamdulillah.
Alhamdulillah masih sampai di angka 24. Alhamdulilah hirobbil alamin.

24 sudah dan masih juga sama seperti yang dulu. Belum bisa menjadi anak yang diinginkan orang tua, belum bisa membahagiakan kedua orang tua, masih tetap menjadi seperti yang dulu.

Niat untuk berubah menjadi lebih baik sudah ada. Angan angan di kepala untuk menjadi lebih baik juga sudah menupuk. Tetapi masih tetap saja tubuh ini belum bisa dan sangat susah untuk digerakkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi yang di inginkan kedua orang tuaku.

Semoga di 24 ini, semua yang di inginkan dan di harapkan bisa tercapai. Amin.

Terimakasih.
Terimakasih untuk ucapanya dan kadonya, Ibu.

Memang, beberapa tahun yang lalu aku tidak pernah dirumah. Dan entah sudah berapa tahun, aku tidak mendengar ucapan itu. Tetapi hari ini, akhirnya yang di harapkan bisa terkabul. Ucapan selamat dan sebuah kado sebuah doa dari mu Ibu.

Aku memang tidak suka dirayain dan tidak pernah mengharapkan mendapatkan kado berupa sesuatu benda dan sejenisnya. Untuk itu lah, aku sangat trimakasih di hari ini. Ini lah kado yang benar benar ku harapkan darimu ibu. Sebuah doa.

Karena aku sampai sekarang, sampai di 24 ini. Juga karena doa doamu setiap hari setiap detik Ibu. Trimakasih Ibu, tetaplah selau mendoakanku yang terbaik. Amin.


Saya Bukan Penulis
25-03-17

A_F




Jumat, 25 September 2015

Rasanya Menjadi Pemenang

RASANYA MENJADI PEMENANG

Alhmadulillah, inilah kata pertama yang aku ucapkan setelah mendengar hasil tersebut. Tidak pernah terpikir olehku ini menjadi kenyataan, jika dilihat lagi perjuangan kami yang begitu susah hingga dapat berdiri di puncak ini, Puncak Kemenangan.

Ini adalah rasa yang selalu ingin aku rasakan, rasa yang dulu pernah sekali atau dua kali aku rasakan, yah hanya baru dua kali aku rasakan rasa ini, dan ini ialah yang ketiga kalinya untukku. Rasa menjadi Pemenang.

Untuk mereka mereka yang memang terlahir menjadi Pemenang mungkin ini ialah sesuatu yang biasa saja, tapi untuk kami yang sering disebut dengan istilah Pecundang, ini ialah merupakan suatu Anugrah yang sangat Luar Biasa, Alhamdulillah.

Perasaan/ rasa ini pertama kali aku rasakan ialah ketika empat tahun yang lalu, yaitu ketika kelulusan SLTA dulu. Yang ke dua ialah ketika Lulus Seleksi CPNS Nasional, tanggal 23 Desember 2014. Itu ialah benar benar Anugrah terindah untukku, malah bukan hanya untukku saja tapi juga untuk orang orang disekilingku.
Jika diingat ingat lagi bagaimana prosesku mengikuti seleksi hingga dinyatakan lulus dan ditetapkan sebagai CPNS daerah itu tidaklah gampang, itu telah ku ceritakan dalam tulisan yang berjudul “Lulus Seleksi CPNS”.

Dan inilah yang betiga, “Lolos ke Babak Final Gemastik 8 2015”. Perasaan yang lagi lagi tidak bisa diungkapkan dengan kata kata, perasaan bahagia bercampur dengan haru. Ini sangatlah luar biasa rasanya, dan aku akan selalu ingin merasa Perasaan / Rasa ini.

Menjadi pemenang, menjadi juara…
Itu tidak lah pernah terpikir oleh ku, mungkin oleh kami juga, tapi siapa sangka, usaha dan perjuangan kami selama ini terbayar dengan hasil ini, hasil yang membawa kami ke panggung Sang Pemenang.



25.09.2015
Saya Bukan Penulis



A_F

Rabu, 16 September 2015

Aku Harus Menulis


AKU HARUS MENULIS


Malam yang cerah untuk Jiwa yang cerah juga…
Hey…
Mungkin kata itu lah yang pertama harus ku ucapkan untuk kalian semua, setelah sekian lama aku tidak menyapa sahabat sahabat semua.

Lama sudah aku tidak menulis dan menyapa para sahabat sahabat setia pembaca Catatan Kecilku ini, aku ingat terakhir menulis yaitu pada tanggal 18 Maret 2015, beberapa bulan yang lalu, tulisan berjudul “Kembali Menulis”.

Pada tulisan tersebut aku berharap bisa menulis lagi, satu tulisan satu hari, atau setidaknya satu paragraph satu hari. Tapi apa kenyataannya, setelah tulisan itupun aku kembaliu berhenti menulis. Entah kenapa, setelah tanggal tersebut, aku hanya memiliki niat saja untuk menulis, tapi tidak pernah ada aksi untuk menulis, yang akhirnya bahwa dapat ku simpulkan, “niat itu tidak ada artinya tanpa aksi”.

Dan malam ini, akhirnya dari niat niat niat yang selalu aku niatkan, akhirnya aku beraksi juga untuk menulis lagi, menulis tulisan yang selalu tidak memiliki arti, tulisan yang yang bebas. Dan ini lah ku menemukan genre tulisanku, yaitu tulisan bebas.

Untuk kalian sahabat sahabat ku, ditulisan selanjutnya akan ku ceritakan, cerita cerita tentangku yang menarik. Telah banyak cerita yang ingin ku bagikan untuk sahabat semua, doakan selalu agar aku selalu semangat untuk menulis. Nantikanlah J


Saya Bukan Penulis
16-9-15



A_F

Rabu, 18 Maret 2015

Kembali Menulis


KEMBALI MENULIS

Selamat siang setiap pembaca Catatan Kecilku. Setelah sekian lama tak menulis akhirnya siang ini aku tekatkan untuk kembali menulis lagi. Yaaaa walaupun entah apa yang aku tulis ini.

Ingat sekali kapan aku terahhir menulis dan memposting tulisan terakhir di blog Catakan Kecilku ini. Yaaah tulisan yang berjudul Mimpi Buruk itu ialah tulisan terakhirku yang di posting tanggal 21 Oktober 2014 tahun lalu.

Sudah lama tak terasa ternyata aku tidak menulis. 5 bulan berlalu akhirnya siang ini 18 Maret 2015 aku kembali untuk menulis.

Kembali menulis dari pakum lama itu ialah bukan hal yang gampang, butuh semangat dan tekat untuk kembali menulis ini bukan hanya niat semata.

Beberapa hari yang lalu, beberapa minggu yang lalu bahkan beberapa bulan yang lalu aku selalu berniat untuk kembali menulis, tapi apa hasil yang aku dapatkan, lagi lagi nihil itu hanyalah niat saja, niat tanpa aksi sama saja boong.

Alhamdulillah setelah bertubi – tubi niat aku lewati dan sebanyak banyaknya niat telah aku kumpulkan akhirnya aku kembali bisa menulis lagi.

Pesan untuk pembaca setia Catatan Kecilku ini, bila sudah biasa menulis, menulis apa saja, biasakanlah tetap menulis satu hari minimal satu tulisan untuk membiasakan kita tetap selalu menulis. Bila sobat dah berhenti sehari dua hari pasti lama kelamaan akan terus menurus menulis.

Menulislah walaupun satu tulisan. Salam Menulis. Marilah Kembali untuk Menulis,

Saya Bukan Penulis
18-03-15

  
A_F




Selasa, 21 Oktober 2014

Mimpi Buruk



MIMPI BURUK

Mimpi…
Mimpi buruk, huh… Alhamdulilah, ternyata ini hanyalah mimpi, dan Alhamdulillah aku bisa terbangun dari mimpi buruk ini. Cuma kata itu sajalah yang dapat aku ucapkan di pagi ini setelah bangun dari tidurku ini.

Pagi semua pembacaa setia Catatan Kecilku.
Pagi ini aku akan memceritakan mimpi yang baru aku alami ini, mimpi yang membuat aku sangat sangat bersyukur di pagi ini, karena semua itu hanyalah mimpi.

Pagi ini aku bangun jam 7 pagi, setelah awalnya aku bangun jam 4 dan kembali tidur jam 5. Saat tidur jam 5 itulah aku mengalami mimpi terburuk yang pernah aku alami. Efek mimpi buruk itupun berpengaruh terhadap tubuh nyataku ini, ketika terbangun kepala terasa sakit, badan terasa seperti kecapeaan, pusning dan semua kejadian dalam mimpi itu benar benar seperti nyata aku alami. Penasaran dengan mimpi burukku ini, inilah mimpiku, inilah cerita nyata mimpiku yang aku alami.

Pernahkah kalian kemasukan makhluk halus/gaib ? Untuk yang pernah mungkin akan mengerti akan mimpiku ini, untuk yang belum pernah ku harap bisa mengerti juga.

Aku bermimpi tubuhku ini kemasukan makhluk halus atau yang biasa kita dengar kemasukan setan. Dan rasanya itu benar benar sangatlah menyakitkan. Sebelum kemasukan aku sempat seperti menolak untuk setan tersebut masuk di tubuhku ini. Aku tidak melihat wajah dari setan tersebut, yang aku lihat hanyalah bayangan hitam pinggang hinga kakinya saja. Semua Surat surat/ bacaan yang aku tau aku baca, tapi entah mengapa itu tidak terpengaruh terhadap setan tersebut. Setan itupun semakin kuat untuk masuk ke tubuhku dan akhirnya aku kalah dan merasa setan itu masuk dalam tubuhku. Yang aku rasakan hanyalah aku berada di tempat yang sangat gelap, yang aku tidak bisa melihat apapun kecuali warna hitam dan tubuhku seperti kaku, tidak bisa digerakkan, tapi aku masih bisa merasakan apa yang terjadi walaupun aku seperti berada di dunia yang berbeda. Aku mencoba terus keluar dari tempat yang gelap itu, walaupun tubuhku ini seperti tidak bisa di gerakkan. Hingga akhirnya aku melihat setitik cahaya yang semakin besar dan seperti aku kembali tersadar dari apa yang telah terjadi. Tapi ketika ku tersadar tubuhku masih tetap tidak bisa bergerak dan masih ada sosok bayangan hitam (setan) di depanku yang ingin kembali masuk ke tubuhku. Aku berusaha menolaknya, terus terus dan terus hingga akhirnya sebelum setan itu hilang dari pandanganku itu, aku terbangun dari mimpi burukku ini.

Aku sangat sangat bersyukur karena bisa bangun dari mimpi itu, kalau tidak bangun, aku tidak lah tau apa yang terjadi di dalam mimpiku ini.
Langsung ku ambil air putih dan ku tegur air itu. Aku duduk di atas kasur tempat tidurku, untuk kembali mengatur napasku dan mengambil nyawa nyawa di dunia nyata ini. Pegel, capek, takut, semua ku rasakan setalah bangun, semua kejadian dalam mimpiku itu benar benar berefek ke dunia nyata ini.

Siangnya langsung ku ceritakan kepada satu Sahabatku tentang mimpi ini. Dan dia juga tidak memungkiri bahwa mimpi buruk itu selalu berefek ke tubuh kita.

Hanya satu kata yang dapat aku ucapkan saat ini. Alhamdulillah…

Saya Bukan Penulis
21.10.14



A_F

Senin, 20 Oktober 2014

Kerudung Hijau


KERUDUNG HIJAU

Siang ini sama seperti siang biasanya. Aku dan sahabatku ini kembali pergi ke Perpus Kampusku. Ke Perpus ialah rutinitas kami bila saja ada sesi kosong dalam perkuliahan, seperti halnya siang ini.

Banyak hal yang dapat dilakukan di Perpus ini, seperti baca buku, mengademkan diri, numpang Wifi gratis dan mengerjakan tugas kuliah maupun Tugas Akhir. Siang ini tujuan awal kami ialah untuk mengerjakan Tugas Akhir. Yaaaaaa walaupun biasanya yang mengerjakan tugas itu sahabatku satu itu, sedangkan aku palingan baca buku ataupun online, hehehhe.

Jam 12 waktu istirahat kami masuk ke dalam Perpus, dan ternyata kami belumlah beruntung, karena tidak ada kursi kosong yang dapat kami tempati. Alhasil kamipun keluar.

Jam 13.30 kami kembali masuk ke Perpus berharap ada kursi yang kosong dan tentunya colokan listrik,, hehehe.. Listrik itu ialah hal utama yang sangat di butuhkan Mahasiswa seperti kami ini. Passss banget ada dua kursi yang kosong dan pastinya ada colokan listrik untuk charger laptop.

Sebelum tempat tu di dudukin orang lain, kami cepat cepat untuk duduk di situ.
“Huh… akhirna duduk juga kita ni ya kan” , kata sahabatku itu.
“Hahahaha”, ungkap diriku yang hanya tertawa sambil mencolokkan charger laptopku.

Setelah menghidupkan laptop baru ku tersadar, ternyata ada 2 cewek di depan kami. Aku tidak mengenalnya kedua cewek itu, dan mereka baru pertama aku melihatnya, tapi kurasa mereka ialah Mahasiswa Baru yang masuk di kampus ini.

Kampus kami merupakan salah satu perguruan tinggi yang polpuler dan paling di minati di kota ini. Untuk itu tak heran kalau tahun ini, pihak kampus menerima banyak Mahasiswa Baru, dan saking banyaknya itulah membuat mahasiswa terkadang tidak mengenal semuanya. Begitu juga denganku yang baru pertama kali melihat 2 cewek di hadapanku ini.

Keduanya berkerudung, yang satu memakai kerudung warna biru, baju biru, sedang menggambar sebuah gambar karakter seseorang yang dia lihat di laptopnya. Dan satu lagi berkerung hijau, memakai almamater, yang sedang asik bermain dengan gedgetnya, sepertinya dia hanya menemani temannya saja di situ. Dan kerudung hijau itulah yang telah mencuri perhatianku dan membuatku sedikit tidak konsen mengerjakan Tugas Akhir ini.

Siapa cewek itu ?, hanya itulah yang ada dalam pikiranku.

Inginku rasanya bertanya dan berkenalan dengannya, tapi apa daya diriku yang tidak begitu memiliki keberanian terhadap seseorang yang aku sukai. Mulutku selalu saja bungkam bisa berhadapan dengan seseorang cewek yang aku sukai.

Suka…. Yea…. Mungkin aku suka padanyanya. Kok bisa ? kan baru bertemu, hahahha, mungkin inilah yang namanya “Suka pada Pandangan Pertama”. Entah mengapa gampang kali aku menyukai cewek, tapi tidak salah kan bila kita gampang suka. Temanku pernah berkata, “rasa suka itukan manusiawi jadi ya wajar wajar saja dah kalau suka”. Begitupun juga dengan aku. Ini hanyalah suka, “Just Like”.

Aku buka notepat di laptopku, ku ketikkan kata “kerudung hijau cakep ui”, dan  ku perlihatkan ke temanku. “Hahaha, pasti” Cuma kata itulah yang dia ucapkan sambil melihat kerudung hijau di depan kami.

Dan kembali ku ambil handphone ku dan ku ketikkan PM di BBM “wesss, kerudung hijau buat ku tak konsen”. Tak lama dari aku buat kata tersebut langsung banyak saja yang chatting terhadaptku bertanya “siapa tu”, Hahhaha hanya bisa ketawa saja aku melihat chattingan dari teman temanku ini.

Entah mengapa sungguh bahagia aku siang ini, keberadaannya di depanku membuat aku nyaman, walalupun membuat aku tidak jadi mengerjakan Tugas Akhirku. Aku hanya bisa memandanginya saja, memperhatikan tingkah lakunya. Dan dia benar benar talah membuatku lupa akan Tugas Akhir ini.

Jujur, ketika aku tertarik kepada seseorang maka pasti aku akan berkata yang sebenarnya. Begitu juga dengan si kerudung hijau ini. Entah mengapa melihanya saja membuat aku tenang. Dia cantik, manis, senyumannya, matanya, benar benar sungguh membuatku jatuh hati padanya.

Perpus, hari ini aku memiliki satu tujuan baru lagi ketika ke perpus, yaitu untuk melihat dia, kerudung hijau.

Di pertemuan pertama ini aku tidak akan menegurnya dan menyapanya. Biarlah aku mengaguminya saja, biarkanlah aku menyimpan memori tentang wajahmu di otakku. Aku yakin kita masih memiliki pertemuan pertemuan selanjutnya. Insyaallah… Kerudung Hijau, kan ku ingat selalu dirimu.

Saya Bukan Penulis
20.10.14


A_F