kumpulan cerita & perjalanan hidupku

Kamis, 16 Januari 2014

Benci

BENCI

          Benci… benci bukanlah merupakan sifat yang baik, benci merupakan sifat yang tidak baik. Tapi aku tidak peduli itu, karena aku sedang sakit hati dan benci. Benci… itulah yang aku rasakan sekarang, malam ini. Hari ini kembali ada tambahan 1 orang yang aku benci di dunia ini, aku tidak peduli dia siapa, aku tidak peduli dia lebih tua atau lebih muda dari aku, aku juga tidak peduli dengan posisi atau jabatan dia, bila aku sudah sakit hati, bila aku sudah membenci, maka aku akan membencinya.

          Seperti yang pernah aku bilang sebelumnya, “milikilah sifat benci, agar kalian memiliki tujuan dalam hidup ini, agar kalian lebih tegar. Sakit hatilah, bencilah, agar suatu saat nanti kalian bisa membuktikan kepada orang yang kalian benci itu, bahwa kalian tidak seperti yang dia bayangkan”. Aku berkata seperti itu karena aku pernah mengalaminya, itu bukanlah sekedar hanya kata kata. Dan hari ini, aku mengalaminya kembali. Sakit hati itu pasti ada, kebencian itu pasti ada, dan aku akui itu tidak akan menghilang begitu saja, tapi ambilah sisi positifnya juga, agar kita termotivasi, agar kita suatu saat bisa membuktikan ke orang yang kita benci ke orang yang sudah membuat kita sakit hati, bahwa kita bisa.

          Tidak ada manusia yang sempurna, begitupun juga aku, apakah salah aku memiliki sifat benci, apakah salah aku membenci dia. Salah, itu pasti. Tapi siapa yang tahan di perlakukan seperti itu, kesabaran ada batasnya, dan bila aku sudah tidak sabar, bila aku sudah sakit hati, inilah akibatnya aku akan membenci dia.


          Siapakah dia ? aku tidak akan menceritakan tentang dia, karena dia bukanlah siapa siapa bagiku. Terima kasih telah membuatku sakit hati, membuatku  kembali memunculkan lagi sifat benci ini, sifat yang selalu aku jaga, selalu aku pendam agar tidak keluar, tapi hari ini sifat itu kembali keluar. Terimakasih


16.1.2014
Saya Bukan Penulis

(A_F)